Sistem Pendukung Keputusan Beralih ke Decision Intelligence

Oleh: Nirma Ceisa Santi, M.Kom
Program Studi Sistem Informasi
Perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan membawa perubahan besar pada Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Saat ini, SPK tidak lagi hanya berfokus pada analisis data, tetapi berkembang ke arah Decision Intelligence, yaitu pendekatan yang menempatkan keputusan sebagai pusat dari sistem.
Jika pada masa lalu SPK banyak digunakan untuk menyajikan laporan, grafik, atau hasil perhitungan, kini sistem dirancang untuk membantu organisasi menentukan keputusan terbaik secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Perbedaan Analytics Tradisional dan Decision Intelligence
Pada pendekatan analytics tradisional, sistem umumnya menjawab pertanyaan seperti apa yang terjadi dan apa yang mungkin terjadi. Fokus utama berada pada pengolahan data, akurasi model, dan penyajian informasi dalam bentuk dashboard atau laporan.
Sementara itu, Decision Intelligence melangkah lebih jauh dengan fokus pada apa keputusan yang harus diambil dan apa dampak dari keputusan tersebut. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan data dan analisis, tetapi juga mengintegrasikan aturan bisnis, kebijakan, tujuan organisasi, serta evaluasi hasil keputusan.
Dengan kata lain, analytics menghasilkan informasi, sedangkan Decision Intelligence menghasilkan keputusan dan aksi nyata.
Keputusan sebagai Aset Organisasi
Dalam Decision Intelligence, keputusan dipandang sebagai aset strategis organisasi, sama pentingnya dengan data dan teknologi. Keputusan tidak dibuat secara ad hoc, tetapi dimodelkan secara sistematis agar dapat digunakan kembali, dievaluasi, dan diperbaiki.
Keputusan sebagai aset memiliki beberapa karakteristik:
Memiliki tujuan yang jelas
Berdasarkan data, aturan, dan konteks organisasi
Dapat dievaluasi dampaknya
Dapat ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu
Melalui pendekatan ini, organisasi mampu meningkatkan konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan.
Relevansi bagi Mahasiswa Sistem Informasi
Bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, perkembangan Decision Intelligence sangat relevan untuk dipelajari dalam mata kuliah Sistem Pendukung Keputusan. Mahasiswa tidak hanya belajar metode perhitungan seperti AHP, SAW, atau TOPSIS, tetapi juga memahami bagaimana keputusan dirancang, dijalankan, dan dievaluasi dalam konteks nyata organisasi.
Penutup
Peralihan dari analytics tradisional menuju Decision Intelligence menunjukkan bahwa Sistem Pendukung Keputusan kini berperan lebih strategis. SPK tidak lagi sekadar alat bantu analisis, melainkan instrumen penting dalam memastikan keputusan yang diambil organisasi lebih tepat, adaptif, dan berdampak positif.
Program Studi Sistem Informasi terus mendorong integrasi perkembangan teknologi ini ke dalam pembelajaran guna menyiapkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi digital.
Referensi
1. Gartner. (2023). Decision Intelligence: Turning Data into Better Decisions.
2. Soori, M., Arezoo, B., & Dastres, R. (2024). AI-based decision support systems in Industry 4.0: A review. Journal of Industrial Information Integration.
3. Shrestha, Y. R., et al. (2019). Organizational Decision-Making Structures in the Age of Artificial Intelligence. California Management Review.
4. Phillips-Wren, G., et al. (2015). Decision Support Systems: Past, Present, and Future. Journal of Decision Systems.
5. Power, D. J. (2002). Decision Support Systems: Concepts and Resources for Managers. Greenwood Publishing.
