Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI Dilibatkan dalam Peningkatan EduRank, UniRank, dan Webometrics Universitas
20 May 2026
Malang, 22–23 Mei 2026 – Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola program studi diwujudkan oleh Program Studi Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1 yang diselenggarakan oleh APTIKOM Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Bhinneka Nusantara. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum strategis bagi pengelola program studi bidang informatika dan komputer untuk memperdalam pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru yang diterapkan oleh LAM INFOKOM.
Bimbingan teknis menghadirkan dua asesor berpengalaman, yaitu Prof. Dr. Saiful Bukhori, S.T., M.Kom. dan Dr. Ir. I Gede Susrama Mas Diyasa, S.T., M.T., IPU.. Keduanya memberikan pemaparan mendalam mengenai filosofi, struktur penilaian, serta strategi penyusunan dokumen akreditasi berdasarkan Instrumen LAM INFOKOM 2.1 yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan capaian pembelajaran lulusan.
Dalam sesi materi, Prof. Saiful Bukhori menjelaskan bahwa paradigma akreditasi saat ini tidak lagi berfokus pada kelengkapan dokumen semata, melainkan pada kemampuan program studi dalam menunjukkan ketercapaian mutu secara nyata. Beliau menekankan pentingnya penerapan Outcome Based Education (OBE) yang menghubungkan secara sistematis profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), proses pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar mahasiswa. Menurut beliau, setiap aktivitas akademik harus mampu dibuktikan melalui data dan eviden yang terukur sehingga dapat menunjukkan kontribusi nyata terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengukuran ketercapaian CPL sebagai salah satu komponen utama dalam proses akreditasi. Pengukuran tersebut harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan kurikulum. Program studi dituntut tidak hanya memiliki dokumen kurikulum yang baik, tetapi juga mampu menunjukkan implementasi dan dampaknya terhadap kualitas lulusan.
Sementara itu, Dr. I Gede Susrama Mas Diyasa memberikan pemaparan terkait penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). Beliau menjelaskan bahwa LED harus mampu menggambarkan kondisi program studi secara objektif melalui analisis yang mendalam terhadap capaian, tantangan, dan strategi pengembangan yang dilakukan. Sedangkan LKPS harus didukung oleh data yang valid, konsisten, dan dapat diverifikasi. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa asesor tidak hanya melihat angka dan data statistik, tetapi juga menilai sejauh mana program studi mampu menunjukkan siklus peningkatan mutu yang berkelanjutan melalui implementasi PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan juga membahas berbagai tantangan yang saat ini banyak dihadapi oleh program studi, antara lain implementasi kurikulum berbasis OBE, pengelolaan data tracer study, peningkatan publikasi dosen, penguatan kerja sama dengan dunia industri, serta penyediaan eviden yang terdokumentasi dengan baik. Para peserta diberikan berbagai contoh praktik baik (best practices) dari program studi yang telah berhasil memperoleh peringkat akreditasi unggul sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan mutu di institusi masing-masing.
Bagi Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI, kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru dalam menyusun strategi persiapan akreditasi yang lebih terarah. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian antara lain sinkronisasi antara CPL, CPMK, dan RPS, penguatan sistem pengukuran ketercapaian CPL, peningkatan kualitas publikasi dosen dan luaran tridharma, optimalisasi tracer study, serta penataan eviden akreditasi secara terstruktur dan terdigitalisasi.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI, Nirma Ceisa Santi, M.Kom., menyampaikan bahwa hasil dari bimbingan teknis ini akan segera ditindaklanjuti melalui berbagai program penguatan mutu di tingkat program studi. Langkah yang akan dilakukan meliputi evaluasi kurikulum berbasis OBE, penyempurnaan dokumen akademik, peningkatan keterlibatan dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal yang selaras dengan standar LAM INFOKOM.
Partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi serta memastikan bahwa seluruh proses akademik berjalan sesuai standar nasional dan kebutuhan dunia kerja. Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh sivitas akademika, Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI optimis dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memperkuat daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan bimbingan teknis ini sekaligus menjadi momentum bagi Program Studi Sistem Informasi UNUGIRI untuk memperkuat budaya mutu yang berkelanjutan, sehingga setiap proses akademik tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga pada upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, relevan, dan berdampak bagi masyarakat serta dunia industri di era transformasi digital.

